Cara Mencegah Penyalahgunaan Psikotropika

Posted on Mei 16, 2010

1


Ruang lingkup pengaturan psikotropika dalam UU No. 5 tahun 1997 adalah segala hal yang berhubungan dengan psikotropika yang dapat mengakibatkan ketergantungan. Tujuan pengaturan psikotropika sama dengan narkotika, yaitu:
a. Menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan.
b. Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika.
c. Memberantas peredaran gelap psikotropika.

Pengelolaan psikotropika di Apotek meliputi kegiatan-kegiatan :

1. Pemesanan Psikotropika
Pemesanan psikotropika dilakukan dengan menggunakan Surat Pesanan Psikotropika yang ditandatangani oleh APA dengan mencantumkan nomor SIK. Surat pesanan tersebut dibuat rangkap dua dan setiap surat dapat digunakan untuk memesan beberapa jenis psikotropika.

2. Penyimpanan Psikotropika
Psikotropika disimpan terpisah dengan obat-obat lain dalam suatu rak atau lemari khusus dan tidak harus dikunci. Pemasukan dan pengeluaran psikotropika dicatat dalam kartu stok psikotropika.

3. Penyerahan Psikotropika
Penyerahan psikotropika oleh apotek hanya dapat dilakukan kepada apotek lainnya, rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan dan dokter kepada pengguna/pasien berdasarkan resep dokter.

4. Pelaporan Psikotropika
Pelaporan psikotropika dilakukan satu tahun sekali dengan ditandatangani oleh APA ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan tembusan kepada Kepala Dinkes Propinsi setempat, Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat serta sebagai arsip apotek.

NOTE : SETELAH ANDA MEMBACA ARTIKEL INI, SUATU PENGHARGAAN BAGI KAMI, JIKA ANDA DAPAT MEMBERIKAN KOMENTAR TERUTAMA YANG SIFATNYA MEMBANGUN UNTUK KEMAJUAN PENULIS KELAK. TERIMA KASIH.

Posted in: Psikotropika