Sistim Formularium Di Rumah Sakit

Posted on Mei 25, 2010

0


Didalam suatu rumah sakit dikenal dengan adanya formularium. Dimana formularium ini sudah saya bahas di postingan sebelumnya. Formularium itu sendiri bagi rumah sakit memiliki dua efek, diantaranya Untung atau Rugi.
Apa saja yang termasuk keuntungan dan kerugian memakai sistem formularium, mari kita baca disini.
1. Sistem Formularium
Sistem formularium adalah metoda yang digunakan oleh staf medik di rumah sakit yang bekerja melalui Tim Farmasi dan Terapi untuk mengevaluasi, menilai, dan memilih dari berbagai bahan obat dan sediaan obat yang ada, yang paling efektif bagi pengobatan penderita.

2. Keuntungan Sistem Formularium

Sistem formularium yang dikelola dengan baik memberikan tiga keuntungan bagi rumah sakit, antara lain :

a. Merupakan pendidikan terapi obat yang tepat bagi staf medik.
b. Memberikan manfaat dalam pengurangan biaya dengan sistem pembelian dan pengendalian persediaan yang efisien.
c. Pembatasan jumlah obat dan produk obat yang secara teratur tersedia di apotek akan memberikan keuntungan bagi pelayanan penderita dan keuntungan secara ekonomi
Kemudian, bagaimana sistem dan prinsip formularium itu??

3 Prinsip Pengelolaan Sistem Formularium

Prinsip pengelolaan sistem formularium terdiri atas tiga bagian:

a. Evaluasi Penggunaan Obat, adalah suatu proses yang dilaksanakan terus-menerus dan terstruktur yang diakui oleh rumah sakit dan ditujukan untuk menjamin bahwa obat digunakan secara tepat, aman dan efektif.

b. Pemeliharaan Formularium

1. Pengkajian golongan terapi obat. Pengkajian ulang dilakukan setiap tahun oleh Tim Farmasi dan Terapi, bertujuan agar formularium dapat memberikan informasi yang selalu mutakhir.

Kriteria pengkajian meliputi kemanfaatan, toksisitas, perbedaan harga dari antara golongan obat yang sama, laporan reaksi obat yang merugikan, informasi baru tentang suatu obat dari penelitian atau pustaka medik mutakhir, dan penghapusan golongan obat. Hasil pengkajian golongan terapi obat dapat menjadi masukan bagi pengembangan kriteria penggunaan obat baru, dan perubahan formularium.

2. Penambahan atau penghapusan monografi obat formularium, yang disampaikan oleh apoteker atau dokter dalam bentuk formulir permohonan perubahan formularium, disertai laporan evaluasi obat, dan data mengenai pengaruh obat yang diusulkan terhadap mutu dan biaya perawatan penderita.


3. Penggunaan obat nonformularium untuk penderita khusus. Kebijakan dan prosedur penggunaan obat-obat nonformularium perlu ditetapkan oleh Tim Farmasi dan Terapi dan perlu pengkajian tentang kecenderungan penggunaan obat nonformularium di rumah sakit, yang akan mempengaruhi keputusan penambahan atau penghapusan obat formularium.

c. Seleksi sediaan obat, mencakup konsep kesetaraan terapi yang terdiri dari subsitusi generik dan pertukaran terapi. Subsitusi generik adalah obat yang mengandung zat aktif sama dan mempunyai bentuk, konsentrasi, kekuatan dan rute pemberian yang sama, tetapi dapat menghasilkan respon farmakologi yang berbeda, sedangkan pertukaran terapi adalah obat-obat dengan kandungan zat aktif berbeda tetapi dapat menghasilkan respon farmakologi yang sama.

Semua bahasan diatas adalah sekelumit masalah formularium dan cara formularium itu dibuat dengan memakai beberapa sistem.
Semoga artikel ini dapat membantu!!

Posted in: Rumah Sakit