Mengenal Industri Farmasi

Posted on Juni 14, 2010

3


Industri Farmasi merupakan industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri obat jadi adalah industri yang menghasilkan suatu produk yang telah melalui seluruh tahap proses pembuatan, sedangkan industri bahan baku adalah bahan baku yang diproduksi oleh suatu industri, dimana bahan baku tersebut adalah semua bahan baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat, yang digunakan dalam proses pengolahan obat.(Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 245/Menkes/V/1990)

Setiap industri farmasi wajib memperoleh izin usaha dari Menteri Kesehatan. Wewenang pemberian izin dilimpahkan kepada Badan POM. Industri farmasi harus mengikuti atau harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah meliputi Undang-Undang, Peraturan, Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Registrasi, Perizinan, Inspeksi dan Recek.

Berdirinya suatu industri farmasi harus sesuai yang dipersyaratkan, seperti lokasi yang sebaiknya berada di kawasan industri (jauh dari kawasan pemukiman), konstruksi bangunan, personal, peralatan, bahan baku, prosedur, sampai penanganan limbah, semua itu harus memenuhi syarat atau standar yang telah ditetapkan.

Di dalam industri farmasi, khususnya dalam science tehnology seorang farmasis dituntut berperan sebagai researcher, selain perannya yang tercakup dalam seven star pharmacist yang dideklarasikan oleh WHO (Vancouver 1997). Tujuh peran tersebut adalah sebagai berikut :

a. Care Giver
Pemberi pelayanan di industri dalam bentuk informasi obat, efek samping obat, informasi analitis mengenai hal yang berhubungan dengan obat dan lain-lain.

b. Decition Maker
Pengambil keputusan yang tepat untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan sumber daya yang ada di industri, seperti pengendalian bahan awal dan obat jadi.

c. Communicator
Mampu berhubungan dan berkomunikasi secara internal maupun eksternal.

d. Leader
Pemimpin yang berani mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai permasalahan di dunia industri.

e. Manager
Pengelola seluruh sumber daya yang ada di industri farmasi dan dapat mengakumulasikannya untuk meningkatkan kinerja industri dari waktu ke waktu.

f. Long life Learner
Belajar terus menerus dan melakukan interaksi yang baik dengan rekan-rekan sejawat di industri farmasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

g. Teacher
Bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan pelatihan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia industri kepada sejawat farmasi dalam praktek kerja lapangan, dalam seminar mengenai aspek-aspek industri farmasi dan lain-lain.


Tujuh peran tersebut selain harus diterapkan dalam clinic community, dapat juga diterapkan dalam fungsi-fungsi industrial yang diperlukan seperti :

a. Quality Management (Manajemen Mutu)

b. Production Management (Manajemen Produksi)

c. Product Development (Pengembangan Produk)

d. Material Management (Manajemen Persediaan)

e. Regulatory & Product Information (Regulasi & Informasi Produk).

Bagaimana sekarang sobat, pusing?

Intinya, dunia industri sama, namun berbeda saja dalam komoditi atau cara produksi dan produk apa yang di produksi.

Posted in: Industri Farmasi