Pembekuan Izin Edar Avandia Group Tunjukkan BPOM RI Sebagai "Boneka" Amerika Dan Eropa

Posted on Oktober 15, 2010

2


Kontroversi Pembekuan Izin Edar Avandia, Avandaryl Dan AvandametPenyataan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia (BPOM RI), pada rublik Press Release di situs resminya http://pom.go.id, Tanggal 27 September 2010, tentang Pembekuan Izin Edar Obat AntiDiabetes Oral (Minum) menuai beberapa kontroversi. (Lihat Disini Public Release BPOM RI)

Pernyataan “Polisi Obat Makanan” nya Indonesia itu, sangatlah tidak memiliki dasar yang kuat misalnya diambil data dari beberapa Penelitian Klinis (Pengujian pada manusia di Indonesia) ataupun Praklinis (Uji coba kepada hewan uji) di Indonesia.

Pernyataan tersebut diawali dengan kata-kata pembuka seperti ini :

“..Berkaitan dengan informasi dari European Medicine Agency (EMA) tentang penarikan obat diabetes GlaxoSmithKline (GSK) yang mengandung rosiglitazone tunggal dan kombinasinya serta pembatasan penggunaan obat-obat tersebut di Amerika oleh Food & Drug Administration (FDA) USA pada tanggal 23 September 2010..”

Kata-kata “..Berkaitan dengan informasi dari..” ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak membuktikan kebenaran bahwa Avandia, Avandaryl Dan Avandamet sebagai Obat Diabetes Mellitus produksi PT GlaxoSmithKline (GSK) dengan Komposisi Rosiglitazone + Kombinasinya, menyebabkan efek samping Gagal Jantung (Heart Failure).

Obat Diabetes Mellitus Avandia, Avandaryl Dan Avandamet ini, di sebagian besar di Amerika Serikat dan Eropa, menyebabkan Gagal Jantung (Hearth Failure) namun belum ada Bukti Klinis di Indonesia hal itu terjadi.

Dengan kata lain, pemerintah Indonesia hanyalah “Mengekor” kebijakan pemerintah lain dalam menentukkan kebijakan / public warning kepada masyarakatnya.

Apakah hal ini ada kaitannya dengan “Politik Dagang” semata, yang sama halnya dengannya Penarikan Produk Indomie Di Taiwan??

Posted in: BPOM